Hai, fashion lovers! Baru saja lewat akhir pekan yang bikin heboh dunia mode Indonesia, ya? Jogja Fashion Parade 2026 atau JFP 2026 baru saja selesai digelar pada 6-8 Februari lalu di Sleman City Hall. Event ini benar-benar jadi sorotan, apalagi dengan tema “Vastra Prabha” yang super meaningful. Bayangkan, 159 desainer dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul dalam satu panggung, menampilkan karya-karya yang memadukan wastra tradisional dengan sentuhan modern. Kalau kamu melewatkannya, tenang, aku bakal recap lengkap di sini biar kamu nggak ketinggalan vibe-nya!
Event ini bukan sekadar fashion show biasa. Ini perayaan besar mode berbasis budaya yang inklusif, penuh energi muda, dan bikin bangga sebagai orang Indonesia. Dari anak-anak sampai model mature, semua kebagian spotlight. Yuk, kita bahas lebih dalam apa yang bikin Jogja Fashion Parade 2026 ini spesial banget.
Apa Itu Jogja Fashion Parade 2026?
Jogja Fashion Parade sudah jadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu di Yogyakarta. Tahun 2026 ini, event mencapai usia satu dekade—wow, 10 tahun sudah! Diselenggarakan oleh ASMAT PRO Group bareng Sleman City Hall, JFP 2026 berlangsung tiga hari penuh di Atrium Rama.
Ada 11 sesi parade fashion show yang spektakuler, plus exhibition dan pop-up presentation. Total, ratusan look ditampilkan, mulai dari busana anak, remaja, pria, wanita, sampai muslim fashion. Creative Director Nyudi Dwijo Susilo bilang, ini bukan cuma soal baju, tapi tentang menyalakan inspirasi dari budaya Nusantara.
Yang bikin beda, event ini gratis untuk umum lho! Jadi, banyak banget pengunjung yang datang, dari pecinta fashion lokal sampai turis. Atmosfernya ramai, energik, dan penuh warna—cocok banget buat yang suka foto-foto OOTD.
Tema Vastra Prabha: Cahaya dari Kain Nusantara
Tema “Vastra Prabha” ini keren abis. Vastra artinya kain, prabha berarti cahaya atau radiance. Jadi, intinya fashion itu seperti cahaya yang memancar dari estetika, warisan budaya, dan ekspresi diri.
Semua koleksi dirancang dengan basis wastra Nusantara, tapi diberi twist modern biar sesuai tren global. Misalnya, motif batik ecoprint, jumputan, atau kain tenun dari NTT dipadukan dengan siluet kekinian. Hasilnya? Busana yang wearable sehari-hari, tapi tetap kental nuansa Indonesia.
Nyudi bilang, tema ini ingin menegaskan bahwa mode Indonesia bisa bersaing di dunia, tanpa melupakan akar budaya. Banyak desainer yang angkat motif tradisional, seperti kain lukis bunga atau corak etnik, dan hasilnya bikin penonton takjub.
159 Desainer Nusantara: Dari Sumatera sampai Sulawesi
Ini yang bikin JFP 2026 epik: 159 desainer ikut serta! Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, NTB, sampai Sulawesi. Keragaman ini bikin runway jadi melting pot kreativitas.
Beberapa highlight desainer:
- Guest Designer Spesial: Indah Darry x Lutfiah Saifullah dengan muslim fashion elegan, Nissa Khoirina yang selalu bikin modest wear trendy, Phillip dengan konsep bold, dan Samsuga by Agus Sunandar yang unik.
- Pop-Up Presentation: Elgan by Nyudi dengan 35 looks yang fresh.
- Desainer Lokal dan Emerging: Seperti MRA dari Jakarta yang mainkan jumputan modern, Arsita Craft dengan kain lukis motif bunga plus aksesoris handmade dari NTT, atau Omah Jahit Fir x Shifra yang kolaborasi seru.
Ada juga kolaborasi desainer senior dengan siswa sekolah, seperti Martin bareng SMKN 1 Warureja. Mereka ciptakan delapan karya yang langsung dipuji karena kreatifnya.
Setiap sesi punya vibe sendiri. Sesi siang lebih playful dengan warna cerah, malam lebih dramatic dengan lighting keren.
Inklusivitas dan Energi Muda yang Menyegarkan
Salah satu poin terbaik dari Jogja Fashion Parade 2026 adalah komitmennya pada inklusivitas. Fashion bukan cuma untuk body ideal atau usia muda doang!
- Model Beragam: Lebih dari 55 model profesional kolaborasi dengan sekitar 600 model kids dan teen. Energi mereka bikin runway hidup banget!
- Plus-Size dan Mature Model: Ini simbol kuat bahwa beauty ada di semua bentuk tubuh dan usia.
- Talenta Baru: 38 siswa Asmat Pro tampil sekaligus wisuda. Mereka jadi model dan desainer pemula yang langsung dapat pengalaman pro.
Plus, ada 6 model dari Malaysia yang tambah nuansa internasional. Kolaborasi lintas negara ini bikin event makin global.
Nyudi tekankan, “Dunia fashion adalah ruang bagi semua bentuk keindahan, tanpa batas.”
Moment Spesial Lain yang Bikin Takjub
Selain runway, ada exhibition di atrium di mana kamu bisa langsung beli karya desainer. Pop-up store-nya ramai, banyak yang borong batik modern atau aksesoris etnik.
Ada juga sesi khusus kids fashion yang lucu banget—bayangkan ratusan anak kecil catwalk dengan confident! Ditambah performance pendukung dari sponsor seperti LT Pro untuk makeup on point.
Overall, event ini dukung penuh oleh Dekranasda Sleman dan pemerintah lokal, jadi terasa banget impact-nya buat UMKM fashion Jogja.
Kenapa Jogja Fashion Parade 2026 Penting Buat Kita?
Di tengah fast fashion yang mendominasi, event seperti ini reminder bahwa mode Indonesia punya kekuatan sendiri. Dengan angkat wastra lokal, JFP bantu preservasi budaya sekaligus dorong ekonomi kreatif.
Buat desainer muda, ini panggung untuk networking dan exposure. Buat penonton, inspirasi untuk mix-match baju etnik di daily look. Jogja semakin mantap posisinya sebagai kota fashion dunia, setelah Jakarta atau Bandung.
Kalau tahun depan ada lagi, wajib datang deh! Tiket gratis, lokasi mudah dijangkau, dan vibe-nya positif banget.
Penutup: Jangan Lewatkan Event Seperti Ini Lagi!
Jogja Fashion Parade 2026 benar-benar sukses rayakan mode berbasis budaya dengan cara yang inklusif dan energik. Dari 159 desainer, tema Vastra Prabha yang indah, sampai runway penuh diversity—semuanya bikin hati bergetar bangga.
Kalau kamu suka fashion yang meaningful, catat agenda ini untuk tahun depan. Siapa tahu, kamu bisa jadi bagian dari ceritanya!


