Kontroversi baru menyeret Iis Dahlia ke pusat perhatian publik. Pada akhir Januari 2026, pedangdut senior ini mengunggah foto bersama Ressa Rizky Rossano di acara fashion show. Captionnya terlihat positif dan mendukung Ressa menekuni karier modeling. Namun, unggahan itu justru memicu tuduhan keras dari netizen. Mereka menyebut Iis Dahlia bermuka dua karena sikapnya bertolak belakang dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap nyinyir terhadap Ressa dalam konflik dengan Denada.
Kasus ini mencuat ketika Denada baru saja mengakui Ressa sebagai anak kandung setelah 24 tahun. Publik menyoroti inkonsistensi Iis. Dukungan mendadaknya dianggap tidak tulus. Artikel ini mengupas kronologi lengkap, latar belakang, reaksi publik, serta implikasi terhadap citra selebriti. Anda akan menemukan fakta terbaru dan analisis mendalam di sini.
Latar Belakang Kontroversi Denada dan Ressa Rizky Rossano
Ressa Rizky Rossano lahir sekitar tahun 2002. Ia mengaku sebagai anak kandung penyanyi Denada Tambunan. Ressa baru mengetahui identitas aslinya saat duduk di bangku SMP. Teman-temannya di Banyuwangi sering membicarakan hal itu. Ressa kemudian melakukan penyelidikan sendiri. Ia melacak jejak sopir yang membawa bayinya dari Jakarta ke Banyuwangi. Saksi kunci ini menguatkan klaimnya.
Denada awalnya tidak mengakui Ressa secara terbuka. Hal ini memicu tuduhan kelalaian orang tua. Ressa merasa ditelantarkan sejak bayi. Ia dibesarkan oleh keluarga lain di Banyuwangi, termasuk keterlibatan bibi Denada. Konflik memanas ketika Denada menghadapi boikot dari beberapa stasiun televisi. Boikot itu terkait penolakan pengakuan anak kandung. Isu ini menjadi konsumsi publik luas sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Kronologi Ressa Mengetahui Asal Usulnya
Proses penemuan identitas Ressa berlangsung bertahun-tahun. Sejak SMP, ia mendengar desas-desus dari lingkungan sekitar. Mayoritas warga Banyuwangi sudah tahu cerita itu. Ressa bertanya kepada keluarga besarnya. Ia juga mencari bukti konkret. Pertemuan dengan sopir pembawa bayi menjadi titik balik. Saksi ini mengonfirmasi asal-usul Ressa dari Denada.
Ressa kemudian memutuskan menggugat Denada. Ia menuntut hak anak yang selama ini terabaikan. Proses hukum ini melibatkan mediasi berulang kali. Ressa merasa perlu pengakuan resmi dan tertulis dari ibu kandungnya. Upaya ini akhirnya membuahkan hasil pada Februari 2026, meski gugatan tetap berlanjut.
Gugatan Perdata Ressa terhadap Denada
Ressa mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Banyuwangi dengan nomor perkara 288/Pdt.G/2025/PN.Byw. Ia menuntut Denada atas perbuatan melawan hukum dan kelalaian pemenuhan hak anak sejak lahir. Nilai gugatan mencapai Rp7 miliar. Mediasi dilakukan beberapa kali. Denada beberapa kali tidak hadir, sehingga mediasi keempat gagal total.
Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada Wiyono, menyatakan pintu mediasi sudah tertutup. Mereka siap melanjutkan ke tahap pembuktian. Sementara itu, kuasa hukum Denada membela kliennya. Mereka mengklaim Denada telah membiayai hidup Ressa, termasuk pendidikan, meski tidak tinggal bersama. Pengacara Denada juga menilai pekerjaan Ressa sebagai sopir sebagai bentuk pendidikan karakter. Kasus ini masih berproses hingga Februari 2026.
Pengakuan Denada sebagai Ibu Kandung
Pada awal Februari 2026, Denada akhirnya mengakui Ressa secara terbuka melalui Instagram. Ia menulis: “Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rosano adalah anak kandung saya.” Denada juga meminta maaf karena Ressa tidak hidup bersamanya sejak bayi. Ia mengakui itu sebagai kesalahan, kekhilafan, dan kebodohan. Denada menegaskan telah membiayai dan memfasilitasi kehidupan Ressa, termasuk pendidikan.
Pengakuan ini datang setelah mediasi gagal. Meski begitu, gugatan Ressa tidak dicabut. Denada meminta waktu cooling down dan introspeksi. Ia menyarankan menghindari gaduh di media sosial. Pengakuan ini menjadi titik penting, tapi publik masih mempertanyakan ketepatan waktu dan itikad baiknya.
Peran Iis Dahlia di Awal Kontroversi Denada
Iis Dahlia masuk ke isu ini karena kedekatannya dengan Denada. Ia sempat memberikan pernyataan yang terkesan mendukung Denada. Saat Denada menghadapi boikot televisi, Iis dianggap ikut membela. Bersama Irfan Hakim dan Caren Delano, Iis disebut menyalahkan Ressa atas boikot tersebut. Ressa bahkan merasa terintimidasi saat bertemu Iis di suatu acara. Pengacara Ressa mengungkapkan Iis dan kawan-kawan menekan Ressa soal isu pemboikotan.
Sikap Iis saat itu membuat netizen menilainya kurang empati. Sebagai seorang ibu, Iis dianggap seharusnya memahami posisi Ressa. Pernyataan-pernyataan tersebut menjadi amunisi bagi kritik kemudian hari.
Pernyataan Iis yang Dianggap Nyinyir terhadap Ressa
Beberapa pernyataan Iis di masa lalu dianggap nyinyir. Ia disebut menyalahkan Ressa sebagai penyebab Denada diboikot stasiun TV. Ressa dan keluarganya merasa ucapan Iis menyakitkan. Lukanya sebagai anak yang ditelantarkan belum sembuh. Netizen mengingat betul bagaimana Iis terlihat sok bijak di depan kamera tapi dianggap intimidatif di belakang. Klaim ini muncul dari wawancara Ressa dan pamannya. Iis juga membela Irfan Hakim yang terlibat dalam isu serupa, yang kemudian disentil psikolog Lita Gading karena isu sudah jadi konsumsi publik.
Dukungan Iis Dahlia untuk Karir Model Ressa
Pada 31 Januari 2026, Iis Dahlia menghadiri fashion show brand milik Shella Saukia. Di sana ia bertemu Ressa Rizky Rossano. Iis mengabadikan momen itu dan mengunggahnya di Instagram Threads. Captionnya berbunyi: “Udah kadi model aja… sukses yo Le. Juara ayank @shellasaukiaofficial. Bajunya keren lohhhh.” Iis mendorong Ressa menekuni dunia modeling. Ia memuji busana yang dikenakan Ressa. Unggahan ini menjadi pemicu kontroversi besar. Netizen langsung membandingkannya dengan sikap Iis sebelumnya.
Reaksi Heboh Netizen dan Tuduhan Bermuka Dua
Unggahan Iis langsung dibanjiri komentar negatif. Netizen menuduh Iis Dahlia bermuka dua. Mereka mengungkit pernyataan lama yang mendukung Denada dan menyalahkan Ressa. Komentar seperti “Lain kali tolong dijaga mulutnya, menyakitkan hati Ressa” dan “Sok baik di medsos, di belakang nyalahin Ressa” memenuhi kolom komentar. Iis bahkan membatasi komentar karena banjir kritik. Tuduhan bermuka dua menyebar cepat di media sosial. Publik mempertanyakan konsistensi sikap Iis sebagai publik figure.
Tanggapan dan Pembelaan Iis Dahlia
Iis Dahlia merespons sebagian komentar dengan ekspresi kebingungan. Ia tampak tidak mengerti mengapa dukungannya terhadap Ressa dikritik keras. Iis tidak memberikan pernyataan resmi panjang lebar. Beberapa sumber menyebut ia membela Irfan Hakim dan tetap netral di permukaan. Namun, pembatasan komentar menambah kesan menghindar. Publik menunggu klarifikasi lebih lanjut dari Iis.
Analisis Dampak Sosial Media terhadap Citra Publik
Kasus ini menunjukkan kekuatan media sosial dalam membentuk opini publik. Satu unggahan bisa menggali pernyataan lama dan memicu tuduhan bermuka dua. Selebriti seperti Iis Dahlia harus menjaga konsistensi ucapan dan tindakan. Inkonsistensi mudah menjadi viral. Dampaknya bisa merusak citra jangka panjang. Iis menghadapi penurunan dukungan dari sebagian fans yang melihatnya kurang empati terhadap Ressa.
Pelajaran Penting dari Kasus Ini untuk Selebriti
Selebriti perlu berhati-hati dengan pernyataan publik. Empati terhadap isu keluarga sensitif sangat penting. Kasus Iis Dahlia mengingatkan bahwa dukungan mendadak bisa dianggap oportunis. Publik menghargai transparansi dan konsistensi. Kasus ini juga menyoroti pentingnya mediasi keluarga yang baik daripada gaduh di media.
Iis Dahlia dituding bermuka dua menjadi pelajaran berharga. Publik terus memantau perkembangan kasus Denada-Ressa. Dukungan Iis terhadap Ressa jadi model tetap menjadi sorotan utama.
Kesimpulan
Kontroversi Iis Dahlia dituding bermuka dua menyoroti dinamika hubungan selebriti, media sosial, dan isu keluarga. Dari nyinyir awal hingga dukungan model Ressa Rizky, sikap Iis memicu perdebatan luas. Kronologi lengkap menunjukkan kompleksitas kasus Denada-Ressa yang masih berlanjut. Netizen menuntut konsistensi dari publik figure. Anda bisa ikuti update terbaru di media terpercaya. Berikan komentar bijak dan hormati semua pihak yang terlibat.

