Tidur Cukup Tapi Masih Lelah? Ternyata Tubuh Butuh 7 Jenis Istirahat Ini

Tidur Cukup Tapi Masih Lelah? Ternyata Tubuh Butuh 7 Jenis Istirahat Ini

Pernah nggak sih kamu bangun pagi setelah tidur nyenyak 7-8 jam, tapi badan masih terasa berat? Mata seger, tapi energi kok habis sebelum hari dimulai. Kamu minum kopi ekstra, tapi tetap saja rasanya lemas seharian.

Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang mengalami hal yang sama, apalagi di zaman sekarang yang serba cepat. Kerja, scroll medsos, urus rumah tangga—semuanya bikin capek, meskipun tidur sudah cukup.

Ternyata, tidur saja nggak cukup untuk mengisi ulang energi tubuh dan pikiran kita. Ada konsep menarik yang lagi banyak dibicarakan: tubuh kita butuh 7 jenis istirahat yang berbeda. Konsep ini dipopulerkan oleh Dr. Saundra Dalton-Smith, seorang dokter yang fokus pada masalah kelelahan kronis.

Menurutnya, kalau salah satu jenis istirahat ini kurang, kita bakal tetap merasa lelah walaupun tidur nyenyak. Makanya, banyak orang yang “tidur cukup tapi masih lelah” sebenarnya lagi defisit di area lain.

Di artikel ini, kita bahas satu per satu 7 jenis istirahat itu. Siapa tahu, setelah baca ini, kamu langsung tahu mana yang lagi kurang di hidupmu. Yuk, langsung mulai!

Kenapa Tidur Saja Belum Cukup?

Sebelum masuk ke daftarnya, kita pahami dulu kenapa tidur nggak selalu jadi solusi ajaib.

Tidur memang penting banget—itu bagian dari istirahat fisik. Tapi hidup kita nggak cuma soal tubuh yang lelah secara fisik. Ada pikiran yang overthinking, emosi yang tertekan, indera yang kelelahan karena gadget, dan banyak lagi.

Bayangin tubuh kita seperti baterai smartphone. Tidur itu seperti charge malam hari. Tapi kalau aplikasi lain masih jalan di background, baterai tetap cepat habis. Nah, 7 jenis istirahat ini seperti menutup aplikasi-aplikasi itu satu per satu.

Kalau kamu sering merasa burnout atau kelelahan tanpa alasan jelas, mungkin saatnya cek mana yang lagi defisit.

1. Istirahat Fisik: Bukan Cuma Tidur, Tapi Juga Pemulihan Aktif

Istirahat fisik adalah yang paling familiar. Ini tentang memberi tubuh waktu untuk pulih dari aktivitas sehari-hari.

Ada dua macam: pasif dan aktif. Pasif ya tidur atau tidur siang. Aktif seperti yoga, stretching, atau pijat.

Tanda kekurangan: badan pegal terus, otot tegang, atau sering sakit kepala.

Cara praktisnya:

  • Pastikan tidur malam 7-9 jam dengan kualitas baik (kamar gelap, sejuk, nggak main HP sebelum tidur).
  • Coba yoga ringan atau stretching 10-15 menit sehari.
  • Manjakan diri dengan pijat sekali-sekali.
What is the most relaxing yoga practice?

Aktivitas sederhana seperti ini bisa bikin tubuh terasa lebih ringan meskipun tidur kemarin kurang maksimal.

2. Istirahat Mental: Matikan Pikiran yang Selalu Nyala

Pikiran kita sering kerja nonstop. Meeting, deadline, mikirin tagihan, sampai overthinking malam hari.

Istirahat mental artinya memberi otak jeda dari semua itu.

Tanda kekurangan: sulit konsentrasi, sering lupa, atau malam susah tidur karena pikiran berputar-putar.

Cara mendapatkannya:

  • Buat “brain dump” sebelum tidur—tulis semua yang ada di pikiran ke kertas.
  • Lakukan mindfulness atau meditasi singkat 5-10 menit.
  • Hindari multitasking; fokus satu pekerjaan dulu.
Mental Rest Stock Illustrations – 6,833 Mental Rest Stock Illustrations, Vectors & Clipart – Dreamstime

Banyak orang bilang, setelah rutin istirahat mental, mereka jadi lebih tajam berpikir dan nggak gampang capek.

3. Istirahat Sensorik: Jauhkan Diri dari Kebisingan Dunia Digital

Hidup kita dikelilingi stimulus: notifikasi HP, lampu layar, suara kendaraan, AC yang berisik.

Istirahat sensorik artinya memberi indera waktu untuk “off”.

Tanda kekurangan: mata lelah, mudah terganggu suara kecil, atau pusing setelah lama di depan layar.

Tips praktis:

  • Matikan notifikasi HP di malam hari.
  • Luangkan waktu tanpa layar, misalnya 1 jam sebelum tidur.
  • Duduk diam di tempat tenang, tutup mata sebentar.

Coba deh, rasanya segar banget setelah indera diberi jeda.

4. Istirahat Kreatif: Isi Ulang Inspirasi dan Kegembiraan

Ini sering diabaikan. Istirahat kreatif tentang memberi ruang untuk hal-hal yang menginspirasi dan membawa keindahan.

Bukan berarti harus melukis atau menulis—cukup menikmati alam, mendengarkan musik, atau melihat seni.

Tanda kekurangan: merasa bosan terus, kurang ide, atau hidup terasa monoton.

Cara mudah:

  • Jalan-jalan di taman atau pantai.
  • Nonton sunset tanpa HP.
  • Dengarkan musik favorit tanpa melakukan apa-apa.

Alam adalah sumber inspirasi terbaik untuk jenis istirahat ini.

5. Istirahat Emosional: Bebas Mengekspresikan Perasaan Sejati

Kita sering menyembunyikan perasaan demi menjaga image atau menghindari konflik. Ini melelahkan secara emosional.

Istirahat emosional artinya punya ruang aman untuk jujur tentang perasaan.

Tanda kekurangan: sering merasa tertekan, mudah marah, atau capek setelah interaksi sosial.

Cara mendapatkannya:

  • Curhat ke teman atau keluarga yang bisa dipercaya.
  • Tulis jurnal tentang perasaanmu.
  • Belajar bilang “tidak” tanpa merasa bersalah.
The Benefits of Stress Journaling

Setelah bisa bebas berekspresi, beban di dada sering langsung hilang.

6. Istirahat Sosial: Pilih Interaksi yang Memberi Energi

Kita butuh hubungan dengan orang lain, tapi nggak semua interaksi memberi energi—ada yang malah menguras.

Istirahat sosial artinya menghabiskan waktu dengan orang-orang yang suportif, atau bahkan sendiri kalau itu yang dibutuhkan.

Tanda kekurangan: capek setelah ketemu banyak orang, meskipun menyenangkan.

Tips:

  • Bedakan teman yang memberi energi dan yang menguras.
  • Luangkan waktu “me time” tanpa merasa bersalah.
  • Habiskan waktu berkualitas dengan orang-orang terdekat.

Kadang, sendirian justru lebih menyegarkan daripada ramai-ramai.

7. Istirahat Spiritual: Temukan Makna dan Koneksi yang Lebih Dalam

Ini bukan cuma soal agama. Istirahat spiritual tentang merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar—bisa Tuhan, alam semestral, atau tujuan hidup.

Tanda kekurangan: merasa hidup kosong, nggak ada tujuan, atau mudah putus asa.

Cara praktis:

  • Meditasi atau doa sesuai keyakinan.
  • Lakukan kegiatan amal atau bantu orang lain.
  • Habiskan waktu di alam untuk merasa “kecil” di hadapan semesta.

Banyak yang bilang, setelah menemukan istirahat spiritual, hidup terasa lebih bermakna.

Kesimpulan: Mulai Dari Mana?

Itulah 7 jenis istirahat yang tubuh dan pikiran kita butuhkan. Tidur memang penting, tapi kalau kamu masih lelah meskipun tidur cukup, coba cek mana yang lagi kurang.

Mulai dari yang paling terasa defisit. Bisa coba satu per satu, nggak perlu langsung semua. Yang penting konsisten.

Setelah mencoba, pasti energi kamu bakal lebih stabil dan hidup lebih enjoy. Kamu lagi kurang yang mana nih? Share di komentar ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *